Senin, 23 Oktober 2017

Penyebab Asam Urat

Penumpukan asam urat di dalam sendi adalah penyebab penyakit asam urat. Asam urat sejatinya adalah limbah yang terbentuk dari penguraian zat purin yang ada di dalam sel-sel tubuh. Sebagian besar asam urat dibuang melewati ginjal dalam bentuk urine serta sebagian kecil lainnya dibuang melewati saluran pencernaan dalam bentuk tinja.


Penyebab Asam Urat


Apabila asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah yang diproduksi, maka asam urat bakal menumpuk serta membentuk kristal-kristal tajam natrium urat berkapasitas mikro yang bermuara di dalam sendi atau di sekeliling jaringan sendi. Ketika kristal-kristal tajam tersebut masuk ke ruang persendian serta mengganggu lapisan lunak sendi, maka terjadilah peradangan yang terasa sangat sakit.

Penyebab Asam Urat

Ada berbagai faktor yang bisa memicu naiknya kadar asam urat di dalam darah, salah satunya adalah makanan berzat purin tinggi yang kami konsumsi. Contoh-contoh makanan tersebut adalah jeroan fauna (ginjal, hati, jantung), hidangan laut (kerang-kerangan, kepiting, ikan teri, ikan makarel), serta daging merah (sapi, kambing, kerbau).

Selain makanan, kami juga bisa berisiko mengalami penumpukan sama urat di dalam darah apabila mengonsumsi minuman manis (baik gula buatan maupun alami) serta minuman beralkohol dengan cara berlebihan.

Risiko terkena penyakit asam urat juga tinggi bagi orang-orang yang sedang menjalani pengobatan memakai obat-obatan tipe tertentu, umpama niacin, aspirin, obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), obat penghambat beta (beta blocker), sislosporin, diuretik, serta obat-obatan kemoterapi.

Sedangkan apabila dipandang sebagai bentuk komplikasi, penyakit asam urat berisiko tinggi dialami oleh orang-orang yang sedang menderita penyakit ginjal kronik, penyakit diabetes, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, osteoarthritis, psoriasis, serta sindrom metabolisme.

Terlepas dari keempat faktor pemicu di atas, penyakit asam urat juga diduga masuk ke kelompok penyakit turunan atau penyakit genetik. Ini artinya mereka yang mempunyai anak buah keluarga berpenyakit asam urat berisiko mengalami kondisi yang sama. Menurut penelitian, proporsi dari risiko ini adalah 20 persen.

Lebih sedikitnya jumlah perempuan yang terkena penyakit asam urat dibandingkan laki-laki kemungkinan terkait dengan kondisi menopause. Seusai perempuan mengalami menopause, kadar asam urat bisa meningkat serta mulai merasakan gejala-gejala penyakit asam urat.

Terlepas dari faktor-faktor di atas, ada juga sebagian orang yang mempunyai kadar asam urat tinggi dalam darah mereka, tetapi tak ditemukan pembentukan kristal-kristal natrium urat pada sendi-sendinya. Tidak hanya itu, di antara sebagian orang yang mempunyai kadar asam urat yang sama pun, tingkat bagustanan mereka bakal tak sama-beda. Tentang faktor tersebut, sampai saat ini belum ada penjelasan yang pasti.
Share :