Senin, 23 Oktober 2017

Wisata Pulau Kembang Yang Unik dan Asik

Indonesia mempunyai beragam tempat yang unik dan tidak habis untuk dieksplorasi. Diantaranya berbentuk kebudayaan dan panorama alam yang menakjubkan. Semacam yang ada di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tidak hanya keindahan sungai Barito, Banjarmasin juga menyimpan suatu  tempat unik dan patut untuk dikunjungi, baik berupa Wisata Alam, Wisata Buatan Modern, Wisata Religius, Wisata Sejarah/ Budaya dan Wisata Budaya khas Melayu Banjar. Salah satu objek wisata yang dikembangkan daerah provinsi Kalimantan Selatan adalah objek wisata alam Pulau Kembang.

Wisata Pulau Kembang

Wisata Pulau Kembang Yang Unik dan Asik

Lokasi Pulau Kembang
Pulau Kembang adalah salah satu primadona yang ada di Banjarmasin, yang dapat kami kunjungi seusai Pasar Terapung. Pulau ini dengan cara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Tetapi untuk menuju kesana biasanya masyarakat melewati Kota Banjarmasin sebab lokasinya lebih dekat yakni berada sebelah barat Kota Banjarmasin. Pulau yang terletak di tengah Sungai Barito ini pada dasarnya adalah suatu  delta yang terbentuk dengan cara alami. Pulau Kembang adalah hutan wisata yang berada dikawasan konservasi di bawah pemangkuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan seluas 60 Ha. Pulau Kembang ini tidak dihuni manusia tetapi didominasi oleh hewan semacam kera ekor panjang dan bekantan. Meskipun tidak dihuni manusia pulau ini mempunyai keterkaitan dengan masyarakat Kalimantan Selatan terutama Banjarmasin.

Rute Menuju Pulau Kembang
Untuk menuju ke Pulau Kembang kami dapat melewati berbagai jalan masuk kesana, di antaranya yang paling tidak jarang di lewati wisatawan yakni melewati: Siring Sungai Martapura dan Kampung Muara Kuin.

Perahu Klotok di siring sungai martapura
Kalau kami lewat Siring Sungai Martapura kami dapat menyewa klotok yang setiap hari mangkal disana dengan tujuan Pulau Kembang, kalau hari-hari biasa agak sepi sehingga biasanya kami sewa nya bukan perorangan tapi per setiap klotok dengan anggaran tidak lebih lebih 300.000/klotok. Tetapi kalau kami pergi ke pulau kembangnya pada hari libur / minggu, biasanya tidak sedikit wisatawan juga yang hendak kesana, sehingga kami dapat hanya bayar 35.000/orang kalau telah lumayan penumpangnya minimal 12 orang, kami langsung di antarkan ke tujuan. Lama perjalanan ke Pulau Kembang tidak lebih lebih 1 jam, selagi perjalanan kami bakal menonton keindahan sungai Martapura dan Sungai Barito yang populer itu, kenasiban masyarakat di kurang lebih sungai beserta berbagai kapa-kapal yang sengaja parkir di pinggiran sungai Barito.

Pasar Terapung Kuin
Dan kalau kami melewati Kampung Muara Kuin kami dapat langsung charter/menyewa klotok yang terdapat disana (ada juga di dekat Masjid Sultan Suriyansyah), kalau melewati kampung muara kuin ini lebih keren kalau pergi nya sebelum matahari terbit (seusai Sholat Shubuh), sebab kami melewati wisata Pasar Terapung Muara Kuin, sehingga kami dapat sekalian menikmati salah satu wisata yang populer di Kota Banjarmasin tersebut. Lama perjalanan melewati kampung muara kuin ini lebih pendek mungkin kurang lebih 45Menit, sebab jarak yang di tempuh tidak terlalu jauh, tetapi itu belum waktu kalau kami berhenti di Wisata Pasar Terapungnya loh ya.

Seusai kami hingga ke dermaga pulau kembang kami bakal di sambut puluhan kera-kera yang siap menyerbu klotok kami untuk “merazia” (bahasa pak polisi..hhe) makanan yang ada di dalam klotok. Biasanya yang paling tidak sedikit di serbu adalah tipe buah, terutama buah pisang, sehingga kalau terbukti tidak takut sama kera kami dapat mengangkat buah pisang kesana, yah anggap saja sebagai oleh-oleh untuk penghuni di sana. Tetapi kalau tetap takut dengan kera tidak usah mengangkat apa-apa saja, supaya tidak di deketin sama kera-kera disana.

Suasana di dermaga Pulau Kembang
Tiket masuk ke tempat wisata Pulau Kembang termasuk lumayan terjangkau, hanya dengan Rp.7.500/orang (untuk wisatawan lokal) kami telah dapat masuk dan ber interaksi langsung dengan ratusan kera disana. Untuk mengelilingi pulau kembang kami di sediakan jembatan, sebab tanah disana sebagian rawa sehingga tidak dapat di lewati. Seusai masuk ke dalam kami bakal di sambut oleh 2 buah patung kera putih (hanoman) dan semacam kuil kecil yang di pakai untuk tempat ziarah bagi etnis tionghoa (berdasarkan sejarah mereka mempercayai di sana tempat terkuburnya nenek moyang mereka).

Di dalam pulau kembang juga terdapat kamar mandi dan juga warung yang jual makanan-makanan ringan dan minuman, tetapi jangan sesekali menunjukan makanan alias minuman di sana yah, soalnya nati tentu bakal di rebut sama kera-kera disana (Pengalaman pribadi saya waktu beli minuman botol di sana, dan ketika keluar dari warung langsung di rebut oleh kera, hehe), sehingga kalau hendak makan alias minum lebih baik di dalam warung saja, sebab di sana ada penjaganya yakni ibu-ibu yang jualan di warung dengan mengangkat pentung sakti yang siap menghertak kalau ada kera yang mendekat ke warung.

Sebetulnya kera-kera disana tidak galak terhadap pengunjung, tidak ada yang menggigit ataupun mencakarnya dan merekapun tidak takut takut terhadap pengunjung, tetapi biasanya pengunjung disana takut dengan kera-kera tersebut sebab jumlahnya yang sangat tidak sedikit dan berkelompok membikin perasaan sehingga was-was, ya mungkin sebab kami tidak terbiasa aja dekat dengan kera-kera disana. Tetapi bagi pengunjung yang takut dengan kera disana tenang saja, sebab di sana ada juga petugas yang siap mendapingi selagi kami keliling disana, mereka lah yang bakal melindungi kami kalau ada kera yang bakal mendekat. Mereka juga sambil menjual makanan ringan berupa kacang kulit yang biasanya pengunjung membeli snack tersbut dan di berbagi terhadap kera-kera disana. Untuk petugas yang mengantarkan tersebut biasanya mereka menerima se ikhlas nya saja sebagai upahnya, tapi juga jangan sadis lah ngasihnya.. hehe.. Pengalaman yang seru tentu ketika kami dapat ber interaksi langsung, bercengkrama dengan para kera di alam leluasa sambil memberi makan terhadap mereka, membikin kami seakan sedang memberi makan terhadap hewan peliharaan kami sendiri.
Share :